Rabu, 22 September 2010

61151



Aku duduk tergumam.

Memperhatikan senja hitam dari sudut tercantik.

Apakah suatu hari Tuhan merubahnya?

Bayu lembut mengelus wajahku.

Menghirupnya dalam - dalam.

Aku belum beranjak.

Di sini jantungku berdetak abnormal.

Ini dimana sepeda tua setia berdecit untukku.

Dan ini dimana belum tepat dalam kamus kata sendiri.

Buai. .Buailah aku sebisamu. .

Aku belum butuh cacian tentangmu. .

Suatu saat ketika pecundang berlutut di depanku.

Aku kembali ke pelukanmu. .


0 komentar:

Posting Komentar