Minggu, 27 Maret 2011

Bolehkah Tuhan ?

Bolehkah saya Tuhan ?

Boleh saya berhenti sebentar ?

Saya kehabisan air mata.

Saya kehabisan asa.

Saya kehabisan tenaga.

Saya janji saya akan kembali.

Bolehkanlah saya Tuhan. .

Hati saya sudah dehidrasi.

Saya sesungguhnya jera, Tuhan.

Tapi apapun.

Saya akan kembali.

Tuhan, saya istirahat sebentar saja.

Kemudian akan saya pikirkan.

Menghindari yang saya salah lakukan.

Biarkan saya istirahat.

Kamis, 17 Maret 2011

kupu hitam. .

Kupu hitam atas lumut bata rapuh.

Mendengar satu sama lain.

Mencibir tentang mereka yang gelap.

Jenuh.

Bertamu ia pada juluran hitam kelam jelita.

Lantunan asma kuasa dalam hatinya.

Tidak terbangun, belum kurasa.

Sedikit munafik menggelitiknya.

Teleportasi kupu dalam diantara sungai bau.

Merasakan apakah benar.

Apakah ada.

Apakah tahu.

Bahwa semua yang hitam adalah miliknnya.

Rabu, 16 Maret 2011

more than forever :)




Ketika tua merenggut ketakjuban.

Aku disana.

Setidaknya menyangga setiap lipatan.

Menyunggingkannya selalu padamu.

Menyadarkan bahwa aku masih ada.

Kalau semua estimasi hanya hipotesa.

Aku akan ada.

Dengan tangan agung Nya.

Sabtu, 26 Februari 2011

pendongeng beradab. .

Malam mendengar ceritamu.

Cerita binatang - binatang beradab,

cerita rerumputan basah,

cerita peluh durhaka,

kera - kera berdasi.

Oh,malam mencintai kebrengsekanmu memulai

kisah - kisah jenaka.

Pena yang buncit bersenandung indah dongeng baumu.

Tambahkan garam dan sapu ijuk pada jengkal khayalmu.

Belaian kunang- kunang buta menyandarkan jembatanmu milikmu

pada malam.

Aku bahkan tangguh seperti kepiting dalam mimpimu.

Aku memohon kepada raja dalam hanyutmu.

Izinkan aku.

Tanya padamu. .

Benarkah harimau mati meninggalkan belang ?

Sedang aku tak pernah melihat lenggang angkuhnya berpasal belang.

Tapi bukankah senja menyisakan hangatnya untuk malam ?

Berikan aku secangkir agar setidaknya celah - celah rangkaku

terisi penuh.

Dan benarkah tersisa untukku noktah bebatuan sisa kacung perawan 

menggali lubang ?

Aku menyisakanmu sedikit tanya dan putus.

Seperti sisa - sisa keluguan Cleopatra pada kemenangan tuannya.

Padamu.


Kamis, 24 Februari 2011

obrolan jengah. .

Jika kau menanyakan padaku tentang putus asa,

maka akan dengan senang hati menceritakan kisah hidup

yang sebagian besar kulalui dengannya.

Lalu kau bertanya,

'seberapa dekat kau dengannya?'

Aku bahkan menjawabmu sambil memeluknya.

anomaly in me. .

Bukankah tangisku terdengar seperti tawa?

Atau seketika aku bergelagak dengan tetesan di sudut mataku?

Karena aku. Karena aku sendiri.

Takkan aku mempertanyakan anomali pada jelmaan tragedi.

Dingin. .

Hangat. .

Mendidih. .

Kelakar burung tua yang hangat di tengah hutan dingin,

menggelitik mataku panas.

Masihkah aku bisa sepertinya?

Ketika aku bahkan tidak mengerti dimana bedanya.